Jumat, 07 Maret 2014

Unit Layanan Bank BJB


Unit Layanan

Unit Layanan Mitra Prioritas

NoNama / JenisAlamatNo. TeleponNo. Fax
1BandungJl. Teuku Umar No. 14 Kota Bandung022-2516210022-2533813
2JakartaJl. Jend. Sudirman Kav. 2 Gd. Arthaloka Lt. Dasar Jakarta Pusat021-2511448021-2511450
3SerangJl. Veteran No. 6 Serang - 42117, Prov. Banten
4CirebonJl. Siliwangi No.30 Cirebon - 45123

Unit Layanan Sentra UMKM

NoNama / JenisAlamatNo. TeleponNo. Fax
1Wilayah Bandung RayaJl. Ir. H. Juanda No. 191 Kec. Coblong, Kota Bandung022-2534836, 2510600022-2534820
2Wilayah BantenJl. Veteran No. 6 Serang - 42117, Prov. Banten0254-2142480254-214282
3Wilayah Priangan TimurJl. Mayor Utarya No. 30 Tasikmalaya0265-3224500265-322150
4Wilayah CirebonJl. Siliwangi No. 30 Cirebon0231-202584, 2025850231-201583, 239974
5Wilayah PakuanKomp. Perkantoran Pemda Kab. Bogor Jl. Tegar Beriman Cibinong, Kab. Bogor021-87912441021-87912441
6Wilayah KarawangJl. Kertabumi No.2 Kab. Karawang0267-84543890267-8454389

Unit Layanan Mobil Kas

NoNama / JenisAlamat
1Kas Mobil Utama Bandung
2Kas Mobil Cibinong
3Kas Mobil Cirebon
4Kas Mobil Tasikmalaya
5Kas Mobil Purwakarta
6Kas Mobil Bekasi
7Kas Mobil Serang

Unit Layanan Weekend Banking


NoNama / JenisAlamatNo. TeleponNo. Fax
1Weekend Banking Cabang Buah BatuJl. Buahbatu No.254, Kota Bandung022-7304586, 7309547022-7307489, 7309546
2Weekend Banking Kas MobilKantor Cabang Utama Bandung
3Weekend Banking PVJPusat Perbelanjaan Paris Van Java (PVJ), Glamour Level Unit No. GL-B-12, Jl. Sukajadi No. 137-139, Kota Bandung022-82063523022-82063702
4Weekend Banking KCP MartadinataJl. Laksamana Laut Raden Edi Martadinata No. 106, Kota Bandung022-4236883
5Weekend Banking H.Z MustofaJl. KHZ Mustofa No. 150, Kota Tasikmalaya0265-320164

Rabu, 05 Maret 2014

Taman Safari

Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan CisaruaKabupaten BogorJawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Keunikan tempat wisata ini dari kebun binatang lainnya di Indonesia adalah pengunjungnya bisa berkeliling ke berbagai tempat untuk bisa melihat dari dekat semua jenis binatang dengan memakai mobil pribadi ataupun naik bus yang sudah disediakan pihak pengelola Taman Safari. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan hewan-hewan tersebut.

SEJARAH
Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektar. Taman ini ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.
Kini, luas Taman Safari telah berkembang menjadi 168 hektar dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang.
Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lereng Gunung Arjuna,Kecamatan PrigenKabupaten PasuruanJawa TimurBali Safari & Marine Park di desa Serongga, Kecamatan GianyarBali danBatang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten BatangJawa Tengah.

KOLEKSI DAN FASILITAS
Taman Safari memiliki sekitar 2500 koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia termasuk satwa langka, seperti harimau benggalajerapahsingaorang utangajah,anoakomodo dan lain sebagainya. Taman Safari Indonesia dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi dan atraksi seperti bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, komedi putar, pentas sirkus, area gocart, bom bom car, rumah setan, atraksi hewan, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka.

PENGHARGAAN
  • Lembaga Konservasi Terbaik
  • Indonesia Green Award
  • Sapta Pesona Award
  • Best Indonesia Travel And Tourism Award
  • Satyalancana Pembangunan Award

Selasa, 04 Maret 2014

Jatim Park. Kota Batu, Jawa Timur.


Jawa Timur Park 1, merupakan tempat wisata yang memadukan wahana rekreasi keluarga dan taman belajar yang bisa dinikmati bersama. Jatim Park 1 berada di Kota Batu, sekitar 20 km dari kota Malang, Jawa Timur.

Masuk kelokasi wisata ini kita akan dibawa melalui jalur yang sudah disetting sedemikian rupa, sehingga pengunjung akan melewati lorong-lorong yang menyajikan beragam galeri pendidikan. Wahana Permainan yang jumlahnya lebih dari 50 buah (infonya) ditempatkan setelahnya.


Dengan wahana permainan sebanyak itu rasanya tidak akan selesai dinikmati dalam satu kali kunjungan, terlebih masih ada wahana air berupa kolam renang raksasa dengan beragam fasilitasnya.

Salah satu wahana baru, Twin Swing yang bisa berputar hingga 360 derajat, sangat menantang dan memacu adrenalin anda, tidak disarankan bagi yang bermasalah dengan jantung.
Selain wahana permainan, sebelum pintu keluar juga terdapat rumah burung dan taman aquarium yang menampilkan beragam jenis burung dan ikan.
Setelah pintu keluar pengunjung langsung dibawa masuk ke pasar wisata, di pasar wisata ini pengunjung bisa mendapatkan beragam cendera mata mulai dari pakaian hingga buah-buahan.
Bagi anda yang berniat berkunjung ke Jatim Park 1, ada baiknya pandai-pandai membagi waktunya jika ingin menikmati semua fasilitas dan wahana yang tersedia.
Berikut beberapa informasi mengenai Jatim Park 1
Buka mulai pukul 08.30-16.30 wib
HTM Rp. 50.000,- (weekday)  dan Rp. 60.000,- (Weekend)
Fasilitas penunjang Jatim park 1; tempat parkir luas, outlet makanan dan minuman, musholla, WC, klinik, pasar dll.
Sekitar 7 menit perjalanan dari Jatim Park 1, juga terdapat Jatim Park 2, wahana wisata dengan konsep yang berbeda. Di Jatim Park 2 menyajikan Museum Satwa, Batu Secret Zoo (semacam Kebun binatang) dan Hotel pohon In (hotel dengan konsep dalam pohon raksasa), semuanya dalam satu lokasi.

Senin, 03 Maret 2014

Baluran, "African Van Java".


KOMPAS.com - Mentari beranjak tinggi saat Hendri Reskyono (49) dan sejumlah polisi hutan menyusup ke rerimbunan hutan akasia di kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Sepatu bot dan golok tebas melengkapi perjalanan mereka.

Tak lama kemudian, ”Braaak...!” Sebatang pohon berdiameter sekitar 20 sentimeter pun tumbang. Aksi penebangan ini bukan perusakan lingkungan. Itu bagian dari aksi menyelamatkan ekosistem savana di Baluran yang terus tergusur akibat masifnya pertumbuhan akasia (Acacia nilotica).

”Supaya tidak tumbuh lagi, bekas tebangan pohon akasia ini harus dilumuri cairan herbisida,” ujar Hendri, Rabu (17/4/2013).

Apa yang dilakukan polisi hutan ini adalah bagian dari upaya mempertahankan jati diri Baluran. Sebagai salah satu taman nasional tertua di Indonesia, Baluran lekat dengan julukan ”Africa van Java”.

Hamparan savana, satwa liar, dan sengatan mataharinya yang terik, membuat pesonanya bak alam liar Afrika. ”Suhu saat musim kemarau bisa 40 derajat celsius,” kata Kepala Taman Nasional Baluran Emy Endah Suwarni.

Berjarak 253 kilometer dari Surabaya, Taman Nasional (TN) Baluran cukup mudah dijangkau karena terletak di tepi jalur pantai utara Jawa Timur. Letaknya di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, berbatasan dengan Banyuwangi.

Dari luas TN Baluran yang mencapai 25.000 hektar, awalnya sekitar 10.000 hektar di antaranya berupa savana yang terbentang di berbagai penjuru taman nasional. Savana menjadi habitat banteng jawa (Bos javanicus), rusa timor (Cervus timorensis), hingga kerbau liar (Bubalus bubalis).

Salah satu savana terbesar di Baluran adalah savana Bekol, seluas 300 hektar. Dari pintu gerbang taman nasional, pengunjung hanya perlu menempuh jarak 12 kilometer untuk masuk ke Bekol. Gunung Baluran setinggi 1.247 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjulang kokoh di hadapan savana ini.

Namun, savana di Baluran, termasuk Bekol, kini terancam oleh ekspansi akasia. Pesatnya pertumbuhan akasia di Baluran berawal ketika seringnya kebakaran melanda Baluran pada akhir tahun 1960-an. Pihak TN Baluran kemudian berinisiatif menanam akasia yang berfungsi sebagai sekat bakar untuk mencegah api menjalar.

Akasia yang tumbuh berjajar mengelilingi savana berhasil menjadi sekat bakar yang efektif. Namun, tanaman yang semula kawan ini menjelma menjadi gulma karena pertumbuhannya invasif dan tak terkendali. Tak hanya api yang diredam, savana pun turut dihabisi.

Luas savana yang semula 10.000 hektar kini tinggal 3.000 hektar. Khusus savana Bekol yang awalnya seluas 500 hektar menyusut menjadi 300 hektar. Penyusutan savana ini diikuti berkurangnya populasi hewan, terutama banteng jawa.

Berdasarkan sensus satwa TN Baluran tahun 1996, populasi banteng jawa mencapai 338 ekor. Namun, sensus tahun 2012 menyebutkan jumlahnya tinggal 26 ekor. ”Menyusutnya savana membuat sumber air dan pakan bagi banteng makin terbatas,” ucap Emy yang belum pernah melihat langsung banteng jawa.

Tahun 1986, pengunjung dan petugas dapat dengan mudah menemukan kerumunan banteng dari atas menara pandang. Namun, saat ini, banteng sangat sulit ditemui.

Daya tarik wisata

Meski berpacu dengan waktu menghadapi dahsyatnya akasia, Baluran tetap menjadi magnet bagi pengunjung. Hal ini terlihat dari peningkatan angka kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Jumlah pengunjung tahun 2010 sebanyak 15.188 orang, kemudian melonjak menjadi 28.851 orang pada 2011 dan 32.674 orang pada 2012.

Nama Baluran bahkan telah mendunia. Turis asing pun silih berganti mendatangi tempat ini. Contohnyai Jack (39) dan Imagine (39), pasangan kekasih dari London, Inggris, yang singgah ke Baluran dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Bali. ”Kami ingin lihat binatang liar dan savana. Ternyata sangat menyenangkan,” kata Jack.

”Serasa di alam liar. Itu baru saja lihat rusa saat safari malam,” ujar Berbudi Bintang Pratama (17), siswa kelas XI SMA Madania Bogor, Jawa Barat. Bintang bersama 48 siswa jurusan Biologi SMA Madania mengunjungi Baluran dalam rangka studi lapangan.

Seorang polisi hutan, Siswanto, mengatakan, tidak setiap saat satwa liar di Baluran dapat dengan mudah ditemui. Untuk itu, pihak taman nasional sengaja membuat kubangan sebagai tempat minum satwa sehingga mereka berkumpul.

Binatang buas, seperti macan tutul dan kucing bakau, sebenarnya masih ada meski sulit sekali ditemui. Jauh sebelum ditetapkan sebagai taman nasional pada 1982, kawasan ini terkenal dengan binatang buas yang berkeliaran di padang ilalang.

Penjelajah Inggris, John Joseph Stockdale, dalam buku Island of Java menuliskan, jalan dari Ketapang, Banyuwangi, menuju Panarukan tahun 1805 pada kedua sisinya diapit oleh ilalang yang rapat. Dalam perjalanannya, dia melewati gurun, padang rumput, dan sungai. Jejak harimau pun mudah ditemui.

Sebagai areal yang dilindungi, Baluran terbagi atas tujuh zona, yakni zona inti seluas 6.920 hektar, zona rimba (12.604 hektar), zona perlindungan bahari (1.174 hektar), zona pemanfaatan (1.856 hektar), zona tradisional (1.340 hektar), zona rehabilitasi (365 hektar), dan zona khusus (738 hektar). Kebanyakan satwa berada di zona inti dan rimba.

Baluran juga memiliki hutan pantai, mangrove, hutan rawa asin, hutan payau, hutan hujan tropis pegunungan, hutan musim, padang lamun, dan gugusan terumbu karang.

Sejumlah ekosistem itu membuat Baluran memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Taman nasional ini dihuni setidaknya oleh 461 spesies flora, 28 jenis mamalia, dan 225 jenis burung. Belum lagi beragam jenis ikan dan reptil.

Namun, kekayaan flora dan fauna ini terancam tenggelam jika bumi Afrika di Jawa ini kehilangan identitasnya, yakni ekosistem savana. Inilah pergulatan akibat kekeliruan masa silam.

Minggu, 02 Maret 2014

Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo di Gunung Semeru memiliki alam yang hijau dan udara yang dingin menyejukkan. Anda tentu akan terpesona apabila berkemah di sekitarnya sambil memandang bintang - bintang di malam hari. Ketenangan danaunya sungguh sempurna.

www.belantaraindonesia.org

Ranu Kumbolo akan anda temui saat mendaki Gunung SemeruGunung Semeru terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Ranu Kumbolo pun menjadi primadona dari gunung ini.

Danau ini berada di ketinggian 2.400 mdpl, serta menjadi tempat peristirahatan dan berkemah bagi para pendaki. Akan tetapi, menuju danau ini bukanlah perjalanan yang mudah. Anda harus berjalan selama 4 - 5 jam dan melewati medan yang menantang. Perjalanan yang cukup menguras stamina.
www.belantaraindonesia.org

Setibanya di Ranu Kumbolo, rasa lelah seolah impas dengan pesona yang akan Anda rasakan. Pemandangan di sekitar danau sangat meneduhkan mata. Perpaduan pohon cemara, semak - semak yang hijau, dan langit yang biru, menjadi refleksi tersendiri. Tak ketinggalan, pesona Ranu Kumbolo akan mencuri hati Anda!

Ranu Kumbolo seolah oase yang menyegarkan. Perpaduan alam yang hijau dan segarnya pemandangan danau, dijamin akan melepas segala jenis rasa penat Anda. Ditambah suasana yang dingin dan sejuk, Ranu Kumbolo pantas disebut sebagai tempat yang sempurna untuk bersantai.
www.belantaraindonesia.org

Tidak hanya itu, sunrise di Ranu Kumbolo akan menambah rasa kagum Anda. Panorama Matahari terbit sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya Mentari yang keemasan terpantul oleh permukaan danau.

Tidak ada yang membantah kecantikan sunrise di Ranu Kumbolo. Tidak sedikit para fotografer yang mengabadikan pemandangan tersebut dalam kameranya masing - masing. Sunrise di Ranu Kumbolo akan menambah rasa kagum Anda pada Sang Maha Pencipta.

Sabtu, 01 Maret 2014

Pasir Berbisik dan Savana Teletubbies di Bromo

alah satu tempat menarik di kawasan gunung Bromo adalah Savana teletubbies dan hal yang menariknya adalah pasir berbisik. Kenapa dinamakan Savana teletubbies? atau juga sering dengan sebutan bukit teletubbies, dan kenapa disebut pasir berbisik? terdapat beberapa kisah dan sejarah pada masing-masing nama, dan kali ini yoshiewafa ingin mengulas tentang hal tersebut untuk Anda yang mencari informasi menarik di Bromo dan untuk Anda yang tertarik menuju wisata gunung Bromo.

Pasir berbisik, nama ini berkaitan dengan sebuah film yang dibuat oleh seorang sutradara terkenal asal negara Indonesia yang bernama Garin Nugroho. Walaupun saya tidak tahu pasti kenapa tempat ini dinamakan Pasir berbisik, namun ada yang mengatakan bahwa tempat ini pernah dijadikan sebuah lokasi shooting dari sebuah film yang judulnya pasir berbisik. Sejak saat itu lautan pasir yang terdapat di kawasan wisata Bromo ini terkenal dengan nama sebutan pasir berbisik. Atau memang karena deru angin yang telah membawa butiran-butiran pasir disini bagaikan bisikan-biskan yang menyerukan indahnya alam.
Padang Pasir gunung Bromo
Padang Pasir gunung Bromo
Foto : flickr.com/photos/adivlado/8052819363/
Padang Savana / Bukit Teletubbies, merupakaan sebuah padang savanna yang disekelilingnya terdapat deretan perbukitan, dinamakan bukit teletubbies karena Savana ini mirip dengan bukit yang terdapat di film teletubbies, walaupun begitu, bukan berarti film teletubbies shootingnya juga di sini. Sebuah pemandangan yang begitu sempurna, saya akui Gunung Bromo memang mempunyai keindahan pesona alam yang sangat lengkap sekali, dimulai dari pemandangan cantik matahari terbit (sunrise), deretan megah kawah gunung bromo, lautan padang pasir dan juga hamparan rumput yang terdapat di padang savanna ini.
Padang Savana Bromo / Bukit teletubbies
Padang Savana Bromo / Bukit teletubbies